![]() |
| puncak lawu (photo by mas aan) |
*kok berakhir???* karena konon katanya masa-masa paling asik di SMA tu masa-masa kelas 2. Dan kalo udah kelas 3 itu katanya udah mikir UN kek mikir snmptn kek dan buanyaak lagi *padahal dulu saya gk gitu banget sih*
Nah di libur kenaikan kelas ini saya diajak oleh alumni PUSPALA untuk naik gunung. Oiya PUSPALA itu sendiri adalah ..... *nantikan postingan saya selanjutnya*.
Waktu itu sih saya ragu-ragu mau ikut apa enggak, soalnya saya punya penyakit asma. Tapi setelah jungkir balik mikir2 akirnya saya terpaksa ikut.
Oke singkat cerita setelah memilih beberapa gunung, mas alumni memilh untuk mendaki gunung lawu, katanya sih lumayan buat pemula kayak saya hehehe..
Gunung lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini punya ketinggian 3.265 mdpl coy.
Hari pendakian saya lupa sih tanggal berapa, tapi yang jelas hari senin.
Nah awalnya rombongan saya mo berangkat dari jogja jam 8 pagi, tapi karena kebiasaan orang Indonesia macam kita jadi berangkatnya jadi jam 12 siang.
Sekitar jam 3 lebih rombongan saya yang berjumlah 15 orang sampai juga di basecamp cemoro sewu.
Karena hujan deras dan kabut tebal, kami memutuskan untuk jajan di warung di dekat basecamp pendakian sambil menunggu kabut menipis. Dan yang paling saya inget dari warung tersebut adalah, tempe gorengnya enak banget broo atau mungkin karena saya yang kelaparan ya gak tau sih yaa hehehe..
Setelah selesai makan kita langsung mempersiapkan barang-barang kita, dan berdoa dulu sebelum keberangkatan. nah di saat berdoa ini salah satu senior melihat saya dari atas ke bawah, bukan karena saya ganteng sih ya tapi karena saya pake celana bahan dan sandal swallow. Pokoknya style saya waktu itu mirip style mau pengajian deh. Tapi tu sandal aman lho dari awal sampai akhir pendakian.
| rifan,bima,habib,rashid,razan |
Perjalanan di mulai dari gapura bertuliskan cemoro sewu kemudian melalui hutan-hutan gitu, saya lupa hutannya apa itu. Kemudian dilanjutkan perkebunan warga dan inilah pengalaman pertama saya melewati perkebunan sayuran. Menjelang maghrib kami sampai di pos 1. Di pos ini kami mengeluarkan senter dan Razan di minta mem-packing ulang tas nya karena kurang rapi dan sangat tidak nyaman untuk di gendong.
Jam 9 malam kami tiba di pos terakhir sebelum puncak. Seingat
saya di sana ada mata air dan pondokan yang sepertinya di gunakan untuk ritual
dan gua-gua buatan yang bisa untuk mendirikan tenda di dalamnya. Kemudian kami
segera mendirikan tenda yang ternyata tidak mudah karena kebanyakan dari kami
baru pertama kali mendirikan tenda dome. Tapi untung mbak bekicot dan tantenya
Herina sudah agak berpengalaman.
Agenda selanjutnya adalah masak-masak dan makan malam sambil
bercanda. Inilah yang paling menyenangkan setelah perjalanan sepanjang sore
hingga malam ini. Sebuah kehangatan kebersamaan yang diberikan gunung untuk
para pendaki pemula seperti saya. Sebuah kenangan yang membuat saya selalu
ingin kembali naik gunung, disamping bisa menikmati keindahan alam ciptaan
Tuhan.
Selesai makan kami pun langsung tidur dan memasang alarm jam
5 pagi untuk segera naik kepuncak. Namun apa daya, karena pengalaman pertama
badan terasa sangat capek dan kami pun baru terbangu pada jam 6, dan kami
ketinggalan sunrise yang kami nantikan. Keluar dari tenda ternyata suhu udara
sangat dingin, dan mungkin ini juga pengalaman pertama saya di tempat yang
sangat dingin seperti ini.
| Sunrise yang telat banget |
Biarpun ketinggalan sunrise, ternyata puncak Lawu tetap
memberikan keindahan yang sangat luar biasa. Birunya langit dan putihnya awan
memberikan keindahan sendiri yang tidak bisa di tuliskan dalam kata-kata. Kata-kata
berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian sangat cocok sekali untuk
perjalanan saya kali ini. karena setelah susah payah naik gunung dengan fisik
yang lemah akhirnya sampai di puncak dengan sejuta keindahan.
| walaupun bukan di puncak tapi tetap keren |
| tantenya Herin, mbak Gaiety, Anisa |
| sabananya |
| ini nih gua yang bisa buat berteduh |
| tugu di puncaknya |
| perjalanan pulang |
thanks to : Happy, mas Aan yang sudah saya pake foto hasil jepretannya
