Pages

Sabtu, 04 Agustus 2012

Gunung Lawu yang pertama yang tak terlupa

puncak lawu (photo by mas aan)
 Ujian kenaikan kelas udah berakhir, dan masa2 paling menyenangkan di SMA juga akan segera berakhir.
*kok berakhir???* karena konon katanya masa-masa paling asik di SMA tu masa-masa kelas 2. Dan kalo udah kelas 3 itu katanya udah mikir UN kek mikir snmptn kek dan buanyaak lagi *padahal dulu saya gk gitu banget sih*
Nah di libur kenaikan kelas ini saya diajak oleh alumni PUSPALA untuk naik gunung. Oiya PUSPALA itu sendiri adalah ..... *nantikan postingan saya selanjutnya*.
Waktu itu sih saya ragu-ragu mau ikut apa enggak, soalnya saya punya penyakit asma. Tapi setelah jungkir balik mikir2 akirnya saya terpaksa ikut.

Oke singkat cerita setelah memilih beberapa gunung, mas alumni memilh untuk mendaki gunung lawu, katanya sih lumayan buat pemula kayak saya hehehe..
Gunung lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini punya ketinggian 3.265 mdpl coy.

Hari pendakian saya lupa sih tanggal berapa, tapi yang jelas hari senin.
Nah awalnya rombongan saya mo berangkat dari jogja jam 8 pagi, tapi karena kebiasaan orang Indonesia macam kita jadi berangkatnya jadi jam 12 siang.
Sekitar jam 3 lebih rombongan saya yang berjumlah 15 orang sampai juga di basecamp cemoro sewu.
Karena hujan deras dan kabut tebal, kami memutuskan untuk jajan di warung di dekat basecamp pendakian sambil menunggu kabut menipis. Dan yang paling saya inget dari warung tersebut adalah, tempe gorengnya enak banget broo atau mungkin karena saya yang kelaparan ya gak tau sih yaa hehehe..

Setelah selesai makan kita langsung mempersiapkan barang-barang kita, dan berdoa dulu sebelum keberangkatan. nah di saat berdoa ini salah satu senior melihat saya dari atas ke bawah, bukan karena saya ganteng sih ya tapi karena saya pake celana bahan dan sandal swallow. Pokoknya style saya waktu itu mirip style mau pengajian deh. Tapi tu sandal aman lho dari awal sampai akhir pendakian.

rifan,bima,habib,rashid,razan
 Oiya saya belum memperkenalkan rombongan saya, rombongan saya ada Rashid, Happy, Razan, Habib, Anisa, mbak Bekicot (saya lupa nama aslinya), mbak Gaiety, Rifan, Herin, tantenya Herin, mas Atta, mas Aan, mas Oksa, saya (bima), dan dua temennya mas Aan yang saya lupa namanya.
Perjalanan di mulai dari gapura bertuliskan cemoro sewu kemudian melalui hutan-hutan gitu, saya lupa hutannya apa itu. Kemudian dilanjutkan perkebunan warga dan inilah pengalaman pertama saya melewati perkebunan sayuran. Menjelang maghrib kami sampai di pos 1. Di pos ini kami mengeluarkan senter dan Razan di minta mem-packing ulang tas nya karena kurang rapi dan sangat tidak nyaman untuk di gendong.

istirahat sejenak

Jam 9 malam kami tiba di pos terakhir sebelum puncak. Seingat saya di sana ada mata air dan pondokan yang sepertinya di gunakan untuk ritual dan gua-gua buatan yang bisa untuk mendirikan tenda di dalamnya. Kemudian kami segera mendirikan tenda yang ternyata tidak mudah karena kebanyakan dari kami baru pertama kali mendirikan tenda dome. Tapi untung mbak bekicot dan tantenya Herina sudah agak berpengalaman.

Agenda selanjutnya adalah masak-masak dan makan malam sambil bercanda. Inilah yang paling menyenangkan setelah perjalanan sepanjang sore hingga malam ini. Sebuah kehangatan kebersamaan yang diberikan gunung untuk para pendaki pemula seperti saya. Sebuah kenangan yang membuat saya selalu ingin kembali naik gunung, disamping bisa menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.
Selesai makan kami pun langsung tidur dan memasang alarm jam 5 pagi untuk segera naik kepuncak. Namun apa daya, karena pengalaman pertama badan terasa sangat capek dan kami pun baru terbangu pada jam 6, dan kami ketinggalan sunrise yang kami nantikan. Keluar dari tenda ternyata suhu udara sangat dingin, dan mungkin ini juga pengalaman pertama saya di tempat yang sangat dingin seperti ini.

Sunrise yang telat banget
Jam 7 kami langsung berjalan naik ke puncak, dan di perjalanan saya melihat sebuah warung yang kebetulan sedang tutup. Ternyata pada saat-saat tertentu warung ini ada penjualnya juga dan kita bisa jajan di sini jadi kita tidak perlu membawa banyak perbekalan dari bawah.
Biarpun ketinggalan sunrise, ternyata puncak Lawu tetap memberikan keindahan yang sangat luar biasa. Birunya langit dan putihnya awan memberikan keindahan sendiri yang tidak bisa di tuliskan dalam kata-kata. Kata-kata berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian sangat cocok sekali untuk perjalanan saya kali ini. karena setelah susah payah naik gunung dengan fisik yang lemah akhirnya sampai di puncak dengan sejuta keindahan.

walaupun bukan di puncak tapi tetap keren

tantenya Herin, mbak Gaiety, Anisa

sabananya

ini nih gua yang bisa buat berteduh

tugu di puncaknya
Kalo saya ceritakan semuanya yang ada di ingatan saya bakalan capek saya nulisnya, jadi kalo pengen tau lebih lanjut cobalah mendaki gunung.
perjalanan pulang
Puas menikmati keindahan puncak dan berfoto-foto, kami langsung turun gunung di temani hujan yang cukup deras. Waktu itu rombongan terpecah-pecah karena ada yang berlari dan berjalan santai. Dan akhirnya kami semua selamat sampai di basecamp dengan keadaan basah kuyup. Tapi tak apalah di setiap perjalanan pasti memberikan suka dukanya tersendiri. Dan kami tiba di jogja kembali sekitar pukul 8 malam. Benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan..

thanks to : Happy, mas Aan yang sudah saya pake foto hasil jepretannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar